Home > 22 vs 1 bola > Sudah, Jangan Berharap Banyak Pada PSSI

Sudah, Jangan Berharap Banyak Pada PSSI

Penonton masuk lapangan di Indonesia vs Oman

Penonton masuk lapangan di Indonesia vs Oman

Sudah berapa kali masyarakat Indonesia kecewa dengan “perlakuan” timnas PSSI. Entah, itu U-17, U-19, U-20, U-23, hingga timnas senior, gak ada yang bisa dibanggakan. Tahun 2009 hingga awal Januari 2010 ini saya memcatat ada tiga kemerosotan prestasi timnas PSSI.

Satu, ketika timnas U-19 yang notabene sudah 2 tahun berkompetisi di salah satu negeri Amerika Selatan, yaitu Uruguay, hanya menjadi peringkat ketiga di Kualifikasi Piala Asia U-19. Itu artinya mereka tidak dapat menarikan tarian Latino di turnamen sebenarnya. So, apakah berlatih dan bertanding di Uruguay itu hanya menghambur-hamburkan uang saja tanpa prestasi?

Dua, ketika timnas U-23 bersaing di arena SEA Games Laos 2009 untuk membawa pulang medali emas. Tapi apa nyana? Boaz, dkk. hanya mampu imbang dengan Singapura, dan lebih mengenaskan lagi timnas masa depan ini hancur di hadapan Myanmar dan tuan rumah Laos yang biasanya timnas Garuda dapat kalahkan dengan skor telak. Well, hanya satu angka yang dibawa pulang ke Jakarta. Kado terburuk yang didapatkan oleh rakyat Indonesia di penghujung tahun.

Tiga, ketika timnas senior ingin mengulangi kesuksesan empat kali berturut-turut lolos ke Piala Asia. Wah, kalo ini sih saya sudah pesimis sejak pertandingan keempat saat ditahan imbang Kuwait 1-1 di Jakarta. Sulit! Alhasil, hasilnya sudah bisa ditebak. Bambang Pamungkas, cs. “cuma mampu” kalah 1-2 dari Oman.

Prestasi timnas saat ini sangatlah memprihatinkan, kalo nggak bisa dibilang buruk, ya mungkin sedang berada pada titik nadir. So, mimpi PSSI untuk menghelat Piala Dunia 2022 di Indonesia sih sah-sah saja. Tapi apakah begitu pentingnya bidding Piala Dunia tersebut hingga melupakan kualitas timnas? Timnas seperti dianak tirikan. Sudah banyak keluhan dari pemain serta pelatih. Entah itu kurangnya uang saku pemain, manajemen yang buruk, hingga tiadanya uji coba-uji coba internasional yang mumpuni. Kompetisi Liga Super Indonesia pun sepertinya hanya menangguk keuntungan saja tanpa memperhatikan kualitas outputnya.

Well, seperti kata seorang fans Indonesia yang masuk ke lapangan (saat timnas melawan Oman, 6 Januari 2010 di GBK)

“Saya melakukan itu karena kecewa tas prestasi timnas Indonesia yang tak pernah menang. Selalu kalah, bahkan selalu seri”  ujar Hendry Mulyadi kepada detikcom

Yap, Hendry Mulyadi adalah salah satu dari puluhan mungkin ratusan juta pemerhati timnas Indonesia yang kecewa dengan PSSI.

So? Untuk saat ini jangan berharap pada PSSI lagi deh. Bagi kita timnas menang itu luar biasa, seri itu biasa, kalau kalah? Ya sangat sangat biasa! Jadi ndak usah malu, ya!😛

note : gambar diambil dari sini

  1. January 10, 2010 at 12:25 pm

    kalau saya malu e, tp mw gmn lagi, terlalu banyak yg mesti dibenahin tu PSSI, so give time more time (halah):mrgreen:

  2. January 14, 2010 at 5:22 am

    Bisa dimengerti kekecewaan suporter terhadap para pemain Tim Nasional,
    mengingat sudah dua tahun terakhir ini Indonesia tak juga menuai kemenangan..
    Salut untuk Hendry yang telah begitu berani menyuarakan kekecewaan masyarakat lewat aksinya.

    Semoga apa yang dilakukan Hendry ini menjadi satu kritikan yang kemudian ditanggapi secara signifikan, betapa masyarakat sangat menginginkan perbaikan dan instrospeksi yang berarti dari PSSI.
    Buat Blog

  3. January 25, 2010 at 7:26 am

    @amaliasolicha & Membuat Blog :
    maksudnya, dengan berbagai kendala dan permasalahan di persepakbolaan indonesia akhir-akhir ini, saya tidak menuntut banyak prestasi dari PSSI. Kalo masalah malu ato nggak itu tergantung dengan bagaimana PSSI menyikapi prestasi timnas sekarang. Ibaratnya kalo Brazil yang sering juara piala dunia itu misalya tiba-tiba kalah dari China, wajar rakyatnya malu. Nah, kalo Indonesia yang memang gak punya prestasi, lalu kalah dengan negara-negara ASEAN lain, saya kira itu memang seharusnya terjadi jika melihat kepengurusan saat ini.

    Selama semua permasalahan tersebut tidak dapat diatasi, saya tetap tidak akan berharap banyak. Ini bisa jadi kritik bagi para pengurus PSSI.
    Soal dukungan? Oh, so pasti, saya selalu menonton timnas bertanding dari layar kaca. Semoga tulisan saya ini didengar para Pengurus PSSI.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: