Hukum Karena Uang

“Akankah hukum di negeri hukum ini meletakkan keadilan di atas segalanya?”

“Bukankah mafia peradilan itu sudah menjadi lingkaran setan di masyarakat kita?”

“Dan kalian semua tahu uang adalah faktor x bagi keadilan di negeri hukum ini.”

Berikut ini cuplikan salah satu true story dari kisah peradilan di negeri ini.  

* Mafia peradilan (hakim,pihak pengadilan beserta antek-anteknya) = MPA

* Seorang rakyat biasa yang terlibat dalam suatu kasus  =  RB

MPA : “Bapak, anda memang benar dalam kasus ini. Semua gugatan yang diajukan kepada anda tidak beralasan dan tidak punya bukti-bukti yang kuat.”

RB : “Saya memang tidak pernah  merasa bersalah dalam kasus ini.”

MPA : “Ya, memang benar. Namun, Anda tahu sendiri bagaimana prosedur di sini?.”

RB : “Prosedur? Prosedur seperti apa, pak?”

MPA : “Anda diwajibkan menyetor sejumlah uang yang nanti kami beritahu berapa besarnya.  Jika anda tidak menjalankan prosedur itu secara baik, kami tidak dapat pastikan proses administrasi hukumnya nanti dapat berjalan benar. Dan jika berlarut-larut, kasus anda dapat saja dibuka kembali.”

Dari percakapan antar dua personal di atas, dapat saya simpulkan bahwa hukum di negeri hukum ini adalah hukum karena uang!

Bagaimana dengan kalian?

  1. February 17, 2008 at 8:40 am

    apakah ini langkah awal dalam memasuki dunia politik praktis? mengangkat isu2 yang sensitif?

    Vote krisosa for president !!!

  2. February 17, 2008 at 1:23 pm

    to Yanworks…
    biasa itu mas….mau cari massa buat menuju senayan 2009 .hehehehe……………

    ( mungkin ini kader BMB yang segera menuju panggung politik nasional )

  3. neng tian
    February 17, 2008 at 1:48 pm

    ah,itu mah udah biasa kang!jangankan urusan duit gd,wong demi uang ceban aja oknum penegak keadilan berani minta dg terang2an!*dmana malumuu??

    just can say ‘semoga RB dan keluarganya dberikan kekuatan & ketabahan’!

  4. Amel
    February 17, 2008 at 3:04 pm

    Entahlah..:D

    * yow dukung Anggak yow😀

  5. February 17, 2008 at 3:33 pm

    @yanworks
    hmm.. sepertinya dunia politik praktis terlalu riskan untuk saya. mending membuat sarana politiknya ajah. hehe..😛

    @denbagus
    halah… malah dapat dukungan dari otoritas tertinggi BMB neh!

    * jadi dilemma. maju gak ya?😀

    @neng tian
    amien… moga keluarga mereka selalu mendapat petunjuk dari Yang Maha Adil.

    @amel
    hehehe.. dukung apo dulu neh?

  6. February 17, 2008 at 4:14 pm

    terlepas dari oknum peradilan yang seperti itu, kalo kita jadi korban, kira-kira pilih mana? Bayar uang “prosedur” itu, atau tetap bertahan dengan idealisme?

    Ah, semoga ga pernah berurusan dg orang-orang macam itu..

    *kok jadi emosi sih?? stay cool, calm, confident…

  7. February 18, 2008 at 6:04 am

    klo soal uang seperti itu emang udah jadi rahasia umum, tapi hendaknya kita tetep berpegang pada tali kebenaran,

    walaupun sungguh akan sangat berat dan pelik, semoga Allah segera mengurai benang kusut itu jon

    dukungan dan do’a senantiasa tertuju..amiin

  8. February 20, 2008 at 7:17 am

    @fahmi
    hehe… slow down dunk mie! jangan ampe bakar-bakaran yow!😛

    @nyamukbingung
    amien… semoga dimudahkan.

  9. February 26, 2008 at 10:50 am

    aku ga pernah percaya hukum…kecuali sang pembelot hukum mendapat ganjarannya *sigh*

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: