Home > Bualan Ala Si Jon, Filsafat, Yang Datang dan Yang Pergi > Delapan Jam di Cengkareng (Mudik)..

Delapan Jam di Cengkareng (Mudik)..

Kalian semua pasti sudah tahu apa arti mudik. Yup, ada yang bilang mudik itu pulang ke kampung halaman, ada lagi mudik itu ketemu orang tua dan sodara, atau bisa jadi diartikan bertemu kembali teman-teman lama. Terserah mau diartikan apa, yang penting mudik itu adalah tradisi yang sudah turun-menurun, akar-mengakar, serta beranak-pinak di negeri Indonesia tercinta kita ini.

Nah, tanggal 6 Oktober lalu, aku resmi melakukan perjalanan mudik Jogja-Bengkulu. Melihat keadaan, sebenarnya aku pengen mudik lebih cepat, namun apa daya? Jadwal kuliah menumpuk plus tugas-tugas (terutama projeknya pak Khabib! BDL! heukksss!) membuatku berpikir ulang untuk mudik lebih cepat.

Sekitar 2 minggu sebelum mudik, aku telah memesan tiket perjalanan. Semula sih inginnya naik pesawat langsung ke tujuan. Namun disebabkan harga tiket yang “mencekik” rakyat macam aku ini, perjalanan langsung dengan pesawat aku batalkan. Alhasil, aku memesan dua tiket dengan kendaraan yang berbeda dan tentunya tujuan yang berbeda pula. Yah.. lumayan lah bisa ngirit sekitar 400-500 ribu.

Malam minggu, biasanya dilewatkan seseorang dengan bersantai, mejeng, atau juga wakuncar (waktu kunjung pacar –> istilah yg kudapat dari kawan lama hihi..). Nah, kalo aku, 6 oktober malam itu aku lewatkan dengan perjalanan Kereta Api. Diantarkan oleh Haris, aku bertolak menuju Jakarta pukul 8 malam.

Di dalam kereta aku hanya bisa tertidur pulas setelah seharian aku disibukkan oleh kuliah pagi sampai siang dan juga tugas-tugas yang mesti dikerjakan sebelum mudik. Sangking pulasnya, aku melewatkan sahur minggu dini hari! Aku hanya sempat minum air mineral + roti.. itu pun dilakukan di detik-detik terakhir mejelang azan subuh!😦

Aku tiba di Gambir sekitar pukul 5:00, lalu naik bus Damri sampai di Cengkareng sekitar pukul 6:00. Nah, berbekal air mineral + roti tersebut aku menjalani penantian pemberangkatan berikutnya di Cengkareng selama lebih kurang 8 jam.

Alamakjang! gak kebayang sebelumnya bakal ngalamin seperti ini. Di tiket tertulis jadwal keberangkatan pesawatnya adalah pukul 12:40, namun “keberangkatan real-nya” ternyata pukul 14:30. Adanya indikasi cuaca buruk di tempat tujuan menjadi penyebabnya. Huff…

Delapan jam aku lalui dengan membaca Kompas yang kubeli, pergi ke toilet bandara, tamasya keliling terminal, ngobrol panjang lebar dengan seorang penumpang yang ternyata sudah 5 tahun tidak mudik (aku jadi sangat bersyukur karenanya😀 ), hingga iseng-iseng isi TTS Kompas minggu.

Namun dari penantianku tersebut ada hal yang menarik perhatianku, yaitu pengawas lalu lintas parkiran dan jalan di bandara. Aku jadi menyadari bahwa sebagian orang Indonesia itu memiliki ego tinggi. Di jalan depan terminal, banyak mobil-mobil pribadi yang di-“semprit2” oleh petugas agar memindahkan parkirannya. “Tolong mobil dengan nomor bla-bla-bla…”, “Mohon mobilnya dipindahkan..”

Dan, anehnya tidak ada tanggapan dari sang pemilik mobil walaupun sang pengaws telah mengelilingi 3-4 kali parkiran bandara!

Well, kini walaupun dengan warnet fasilitas minim (lemot) plus harga mahal (Rp6000/jam), Alhamdulillah aku bisa nge-net lagi di kampungku.

I’m gonna Go… Blog!!!😀

Selamat menunaikan ibadah puasa di sisa Ramadhan ini yak..!

  1. October 11, 2007 at 9:14 am

    Klo kata pak janoe,.. yg doyan ke toilet di jam2 siang di hari puasa biasanya gak puasa,..
    hehehe…

  2. amaliasolicha
    October 15, 2007 at 7:22 am

    wuihh..8 jam terasa begitu lm pastinya?? tp stelah nyampe di bengkulu pasti itu udah terlupakan… aihh senangnya bertemu dengan keluarga besar dan menginjakkan kaki kembali di kampung halaman…😀

  3. fosma165diy
    October 15, 2007 at 11:43 am

    hehehe met lebaran ya pak tuwa..salam untuk semua yang paling berkelas di bengkuluu

  4. October 22, 2007 at 4:34 am

    enaknya mudik bisa sambil jalan2 mmmm… ngomong2 olehnya mane nih dari kampung?? hehe😀

  5. October 28, 2007 at 1:09 pm

    Pulang kemaren aku delay, jadinya 4 jam di Cengkareng… Separonya Angga sih, tapiiii, dengan beban 2 jinjingan, berat juga… Ditambah jalan-jalan dari terminal 1C ke 1B buat nyari titipan buat temen, pas nyampe ruang check-in 1C, ternyata tokonya juga ada disana. Siaul! Tau gitu ga usah muter-muter segala,hikz…T_T

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: