Home > Yang Datang dan Yang Pergi > Makanya.. Jangan Bilang Opa-Opa..!

Makanya.. Jangan Bilang Opa-Opa..!

Sabtu-minggu, 3-4 Maret 2007,
ESQ Leadership Center
mengadakan training bagi para mahasiswa Jogjakarta angkatan ke-7.
He..He.. sebenarnya aku ini udah gak pantes disebut mahasiswa lagi. Tapi berkat kemurahan hati seorang teman, Deco, aku dapat mengikuti sebuah pelatihan (yang menurut aku dan beberapa temen, “mahal banget!”) yang bertujuan membentuk kepribadian tangguh. Sebenarnya udah lama aku pengen ikutan apa yang dinamakan dengan ESQ Training. Namun karena terganjal masalah duit, so.. aku menngikhlaskan sebagian duit tabunganku.
Jadi, apa yang membuat seorang pemuda bernama lengkap Angga Krisosa ini kepincut mo ikutan.

Setelah ditelaah diri sendiri, terdapat beberapa faktor/alasan yang sangat sederhana yang mengemuka :
1. Mengubah diri ke arah lebih baik (20%)
2. Pengen ngebuktiin ESQ bisa ngebuat orang jadi menangis (udah lama aku gak ngerasain apa itu menangis) (45%)
3. Pengen tahu inti dari ESQ (15%)
4. Cari kecengan n temen2 yang banyak (15%)🙂
5. Mo ngabisin neh duit tapi gak tau kemana, ya ikutan ESQ aja (5%)🙂 ngesoookk!!

Karena pengetahuanku yang belum dalam mengenai ESQ, akhirnya aku cuma bisa nerka-nerka apa sih sebenarnya ESQ itu.
Hari pertama aku berangkat bareng Pahmi pukul 07.00. Kesan pertama, kami langsung disambut senyum manis ala anak Jambi alias Radja Soropadan alias Joji. Dengan ramah banget, dia antar kami ke dalam gedung MMTC (depan IndoGrosir, Jalan Magelang). Setelah registrasi ulang, aku memasuki ruang tempat kami pelatihan.

Asli dingin banget di dalam! Kayaknya AC-nya dibuat untuk ngawetin ikan asin tadi malem.
Pada training kali ini, trainer yang bertugas adalah Zuli Husni Tampo dan seorang asisten bernama Taufan dengan dibantu oleh dua orang ATS (Alumni Training Support) yang gak lain dan gak bukan adalah 2 orang alumni KOMSI, Deco, dan Irfan.
Petualangan dilanjutkan dengan mencari kenalan sebanyak-banyaknya. Aku cuma kebagian 14 orang. Sayang banget emang.. soale yang paling banyak dapet kenalan, bakalan dapet hadiah. Lalu sebagai pembukaan untuk menyemangati peserta, peserta diajak bermain sebuah game yang menuntut kecepatan gerak tubuh. Entah sial ato beruntung, pada game pertama ini aku bersama seorang teman, malah kena hukuman memimpin senam kesegaran batin dan jasmani ala si Tommy (tokoh boneka idola anak balita di sebuah acara pada stasiun TV swasta) di atas panggung.😦

Training berjalan seharian ampe malem. Sengaja aku nggak ceritain isi dari training di blog ini, soale sensasinya harus dirasain oleh diri sendiri dan kalo kata orang bijak, “susah banget diungkapin dengan kata-kata…”

Setelah pulang dari training, aku jadi tersadar berapa banyak dosa n kesalahan yang aku perbuat selama ini. Aku sempatkan mengirim sms berisi permohonan maaf ke keluargaku, teman, dan sahabat-sahabatku. Balesannya macem-macem, ada yang mengiyakan, ada yang memohon maaf balik, ada yang kebingungan, ada pula yang diem aja, gak dibales. Tapi gak apa kok, yang penting kami sama-sama ikhlas mengirimkan sms. Bahkan, aku paling ingat sms dari Eggy Delon (salah satu teman akrabku yang belum kuketahui sebenarnya dia ini angkatan berapa ya? 96, 97, 98, ato 99?), yang berbunyi begini:

wass. jazkallah khairon kasiroh.emg ad ap jon.jgnlah mati muda dlu..ente kan blm nikah..mkanya jgn blg opa2.he2..btw liv nempe!

Hwhehehe.. aku ketawa abis-abisan setelah sebelumnya aku cuma bisa diam tertegun ini. Soal berita Liverpool kalah 0-1 di Anfield dari si setan merah MU-nyuk gak mampu menyadarkan pikiranku dari kekhusyukanku atas apa yang terjadi denganku hari itu.

Di hari kedua, aku berangkat ke MMTC dengan berdoa agar aku dapat menikmati training lebih khusyuk.. Apa yang kudapatkan di hari kedua? Sepertinya arah tujuanku udah harus diubah.

Kalo dulu aku sering naek motor berkelok-kelok sampe nabrak pembatas jalan, sekarang aku udah harus menaati rambu-rambu lalu lintas yang menjadi pedoman di jalan raya agar selamat sampe di rumah yang kurindukan.

Seperti itulah perumpamaannya.. Karena kita hidup hanya mengabdi kepada ALLAH SWT.

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari. Demi bulan yang mengitari. Demi siang bila menampakkan diri. Demi malam bila menutupi.
Q.S. Asy-Syams, 1-4

  1. March 13, 2007 at 4:43 pm

    tapi…, kyne tergantung niatan kita saat ikutan sesuatu hal yang akan merubah hidup kita. klu g ada niatan apa bisa berubah ky lu ya?

  2. March 19, 2007 at 1:41 pm

    jadi teringat tragedi andi kicrut dan yanuar yang ketika lainnya pada nangis mereka malah saling bertanya, “kok kita nggak bisa nangis? apa kita ini terlalu bajingan ya?” kakakakaka

    john…kita masih butuh dramer. april ayo cabut ke studio!

  3. March 21, 2007 at 1:19 am

    #1
    hehehe.. niatnya kan dah ada tuh (salah satunya cari kecengan), tapi saat training kok niatnya bisa berubah yahh??🙂

    #2
    wew.. btw sopo wae neh sing maen Joe? aku iki megang opo? kabelist?🙂

  4. March 27, 2007 at 5:35 am

    suriph, wib, aku, bram, kamu…drumernya? bingung…
    posisimu seperti biasanya aja

  5. March 27, 2007 at 2:12 pm

    #4
    yo.. wiss. aku pegang bass wae yo.. garapi sing gampang-gampang wae yo.. aku dah lama gak maen lagi neh..🙂 hehehe

  6. March 28, 2007 at 12:15 pm

    mana bisa john..kamu tetap di gitar. gentho maksa jadi vokalis soale

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: