Home > Filsafat > Arti Kata Mudik..

Arti Kata Mudik..

 

Sebenarnya blog ini aku ambil dari blog yang di FS. Jadi Aku re-Post lagi di wordpress. Para pembaca yang budiman , Selamat membaca!

Mudik, semua orang juga tahu apa arti mudik kalo diartiin secara harfiah. Yah, singkat kata bolehlah diartiin sebagai pulang kampung. Kalo kata orang padang tuh “Pulang Basamo” (kemaren ngeliatin selebaran ajakan mahasiswa asal Sumbar untuk pulang bareng naek bis gitu).
Mudik biasanya dilakuin sebagian besar masyarakat Indonesia ketika hari-hari menjelang maupun setelah hari raya agama Islam, Idul Fitri.

Mudik menurut gua –yang notabene masih berstatus “dibiayai orang tua buat sekolah baek-baek”– adalah ketemu keluarga. Jadi, siapa pun orangnya, walaupun saat mudik kita nggak ke kampung halaman tempat kelahiran kita, yang namanya mudik bisa dipastiin tujuannya adalah ketemu keluarga, baik itu ortu, sodara kandung, ato sodara jauh.

Mau makna yang lebih dalem lagi ? Berikut ini berbagai maksud dan tujuan yang dilakuin seseorang ketika ingin mudik ke tempat keluarganya berdasarkan kisaran umurnya.

1. Para pemudik dengan umur 15-25an,
seperti mahasiswa ato anak sekolahan ato juga bisa pekerja pemula. Biasanya mereka
bermaksud ketemu keluarga baik ortu n sodara setelah menjalani perantauan. Tapi kalo yang biasanya gua survey ma teman-teman gua, neh anak-anak kebanyakan pada pengen ketemu temen lama maupun temen baru, ampe ketemu pacar lama maupun pacar baru. Ketika tiba di kampung halamannya, acara yang paling diincar adalah REUNI ma temen-temen lama. Dan itu menjadi prioritas utama sebelum ketemu keluarga!!
Bahkan, pernah gua temuin seorang oknum, ketika dia sesaat sampe di kampung halamannya
bukannya langsung ke rumah ortunya, tapi malah nginep di rumah calon mertua!! alias rumah
pacarnya😦

2. Para pemudik dengan umur 25-35an,
yah ini mungkin termasuk kaum pekerja punya sedikit waktu liburan mudik.
Mereka mudik saat-saat tiket mudik lagi melambung tinggi alias kena tuslah. Terus, baliknya
juga kena tuslah. Tuntutan kantor sih. Musti cepet balik kerja.
Gua pernah nemuin objek penderita, seorang pekerja perusahaan yang direkturnya seorang
Yahudi, menganggap Idul Fitri bukanlah suatu hari raya suatu agama, so tuh pekerja terpaksa
memanfaatkan cuti kerjanya buat mudik.
So, kaum ini adalah kaum yang bener-bener manfaatin waktu yang mepet tersebut.
Mulai dari sekedar ketemu keluarga besar untuk sungkeman pas hari raya, ketemu temen
lama, cari relasi n kenalan baru, cari ide-ide bisnis di daerahnya, ampe ketemu ma calon
pasangan hidup beserta sekeluarganya buat ngajuin lamaran nikah, “kapan lagi euy ingat
umur!!”
HeHeHe… Emank otak nih kaum bener-bener dipaksa untuk berpikir agar tuh umur nggak
disia-siain. Maklum para pemikir masa depan ini gak mau masa depannya suram alias
Madesu.

3. Para pemudik dengan Umur 35an ke atas,
kaum dengan kisaran umur ini jalan pemikirannya udah sangat jauh berbeda dengan dua
kaum di atas. Biasanya asal ketemu keluarga n sodara itu aja udah cukup kok. Contoh kaum
ini mereka yang berprofesi jauh dari keluarga seperti, TKI, TKW, ato pelaut. Mereka mudik
untuk menyenangkan keluarga setelah lama berpisah. Kalo seorang bapak misalnya, biasanya
ngebeliin banyak oleh-oleh buat anak istrinya.

Gak semua orang beruntung bisa mudik di hari raya. Mereka yang gak beruntung ini biasanya terkendala masalah waktu, biaya, atopun tiket. Yup, masalah tiket merupakan salah satu masalah utama pemerintah menjelang hari-hari mudik se-nasional selain masalah-masalah penting laennya. Mulai dari masalah penumpang kehabisan tiket, jalanan mudik pada rusak berat, ban bis bocor di jalan (haa??), kecelakaan bertambah pesat karena supir pada ngantuk karena abis minum semalam (ngeri!!), para calo tiket merajalela, ampe backingnya calo tiket yang ternyata oknum pejabat😦

So, bagi kaum yang beruntung bisa mudik tahun ini, bersyukurlah karena kamu bisa bertemu dengan keluarga amat kamu cintai.
Tapi, bagi kaum yang belum beruntung gak bisa mudik tahun ini, kamu pantas was-was.
Soale, kamu bakalan pening plus meriang-meriang karena dihujani pertanyaan seperti ini,
“Nak, kenapa ndak pulang? lagi sibuk po disana?”, dan
“Fren, kapan kau balik? Di sini lagi asik reunian neh!”, ato bisa juga
“Bang, kok abang gak pulang-pulang sih? udah 2 tahun abang gak pulang! abang dah punya yang lain ya disana?!! aku minta putus bang!!”

“HeHeHe, bagi yg bener-bener ngalamin gak mudik tahun ini, gak usah dimasukin hati yahh, it’s only jokes”

by Your Coolest n Care Friend
Crizosaiii Okt 2006

Categories: Filsafat
  1. October 5, 2009 at 9:56 am

    kk ada yang laen gaks sich?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: