Home > 22 vs 1 bola, Yang Datang dan Yang Pergi > Ujian Oracle, U-23, dan You’ll Never Walk Alone

Ujian Oracle, U-23, dan You’ll Never Walk Alone

Jumat 19 Januari 2007

Setelah dua bulan berkutat dengan yang namanya query dan SQL statement, akhirnya saya akan menempuh ujian. yaa semacam try-out lah. Lho?? ujian apaan sih mas kok kayaknya njlimet bgt yah? query? SQL Statement? Apaan tuh? Ya itu, selama dua bulan (Desember-Januari) aku mengikuti kelas OWDP-nya UII, semacam pelatihan database Oracle.Para siswa harus menyelesaikan 3 buah modul Oracle berbahasa Inggris yang penuh dengan istilah asing (hanya bagi orang awam, hehehe sekarang aku dah gak awam lagi loh..:)). Buat install Oracle 10g Database aja musti beli RAM dulu. Soalnya, dengan kondisi RAM-ku cuma 256MB dipastikan komputerku ngos-ngosan.

“Lho, mas Sugeng mana?” tanya Mas Andan yang notabene bagian akademiknya lab FTI.
“Wah, saya gak tau mas.” jawabku sambil ngeliat jam dinding, 13.15. Fikri menggelengkan kepala, dia juga gak tau kenapa Sugeng belum juga hadir di lab. Setelah aku mencoba koneksi internet lab sebentar, Mas Andan akhirnya memutuskan untuk memulai ujiannya. Dia memberi tahu aku dan Fikri, bahwa Sugeng gak bisa mengikuti ujian hari itu. Alhasil, yang ikut ujian cuma aku dan Fikri. Paper Based Test 25 soal. Sebenarnya, aku dah belajarlah selama beberapa hari sebelum ujian, tapi tetap aja soal-soalnya bikin nih urat kepala membengkak sebesar kelingking. Kalo kata instrukturnya, Bu Nur (dosen di FTI UII), soal-soal berbahasa inggris itu diambil dari soal-soal sertifikasi internasional OCA
yang paling mudah. Glek!

Sabtu 20 Januari 2007

Pagi:
Fahmi, merah ngaceng!
Fachry Deco beberapa kali terjegal.
Egi Delon menggila doged*nya.
Pras ngos-ngosan.
Didik, dribelnya!
Pasca pindah tim.
Hendi terlalu banyak hands.
Ario terkesima berkali-kali.
Tendangan spekulasiku,aku kira sudah out.
dan dua orang kawan dengan skill atraktifnya.
Maen bola tiap sabtu pagi di GSP jadi kegiatan rutinku. Anda berminat gabung?🙂

Sore:
“Yo, nonton Indonesia di kosanku aja!” ujar Egi antusias. Aku baru ingat kalau indonesia U-23 bakal berujicoba dengan Thailand U-23 di Gelora Bung Karno sabtu ini.

Langsung aja aku setuju dengan undangan nonton bareng tersebut. Lagian gak ada kerjaan kok. Ya.. itung-itung ngobatin rasa kecewa pada timnas senior yang tersingkir di piala AFF. Aku menaruh harapan besar pada timnas U-23 ini. Dari postur tubuh pemainnya yang besar-besar(katanya, salah satu syarat lolos seleksi, tinggi badan minimal 170cm) dan kemenangan minggu lalu atas singapura U-23 2-0, sudah selayaknyalah timnas kita dapat mengimbangi Thailand.

Tapi apa mau dikata, timnas dipermalukan di kandang sendiri, 0-3. Jakmania malah udah nyemprit-nyemprit peluit mereka sendiri sebelum wasitnya, mereka bosan dan takut timnas dibantai lebih telak lagi. Sempritan-sempritan ini bikin bingung pemirsa televisi dan komentatornya, apakah pertandingan benar-benar udah berakhir?

Aku, Jakmania, dan segenap bangsa indonesia lagi-lagi dikecewakan dengan fakta bahwa sepakbola indonesia belum bisa(lebih tepatnya nggak bisa) memberi harapan dan kebahagiaan lagi untuk fansnya.

Melihat hasil-hasil buruk timnas akhir-akhir ini, membayangkan Piala Asia nanti, aku jadi ngeri sendiri. Berapa gol Park Ji Sung, Nawaf Al-Temyat, atau A’ala Hubail yang bakal bersarang di gawang timnas kebanggaan kita?

Malam:
Setelah sempat ngobrol-ngobrol berkelas ma Egi tentang bahasa Arab yang kami simpulkan berdua adalah rumit dan kompleks, Liverpool vs Chelsh*t pun dimulai, The Reds vs The Blues adalah partai kelas berat premiership pekan ini selain ArseNdut vs MU-nyuk.

Bagi The Reds, inilah partai pertama mereka setelah pembelian saham oleh orang terkaya di Dubai, Sameer Al-Anshari. Keanehan strategi Jose “Moron” Mourinho yang memasang Paulo Fereira dan Michael Essien sebagai duet center-back, ampe John Obi-Mikel sebagai gelandang bertahan membuat aku bersemangat The Reds mampu menohok Chelsh*t. Apakah ini aksi protes Mourinho ke manajemen Chelsh*t? Gara-gara permintaannya buat beli pemain baru gak dikabulin?

Gak tau lah ya… yang penting Crouch terlalu tinggi, Kuyt terlalu kuat, dan Rafa Benitez terlalu cerdik. Cerdik? Yap, umpan-umpan jauh langsung ke jantung pertahanan Chelsh*t gak mampu dihalau secara baik oleh duet bek tengah dadakan itu.

Alhasil, dua gol indah Kuyt dan Pennant membuktikan bahwa Chelsh*t musti mencari pengganti John Terry di sisa masa transfer tahap 2 ini secepatnya..! Dan You’ll never walk alone pun berkumandang di Anfield yang berusaha menikmati sisa-sisa kejayaannya setelah kemungkinan besar akan dipugar menjadi pusat perbelanjaan.

Dan You’ll Walk Alone Pun Bermandang

Alhamdulillah. Bahagianya hatiku kala itu.. sebelum aku kembali linglung dan bingung ketika harus menghadapi fakta yang membuatku tidak nyaman semingguan ini.

I’m really really sad lah..

* adalah kata benda kedua dari godeg.

  1. January 22, 2007 at 12:51 pm

    Dari postur tubuh pemainnya yang besar-besar(katanya, salah satu syarat lolos seleksi, tinggi badan minimal 170cm)

    Akhirnya sadar juga, kan, kenapa aku nggak masuk tim itu?😛

  2. crizosaiii
    January 24, 2007 at 4:11 am

    hehehe.. skalian gak masuk itungan umurnya kali… U-23 lohh.🙂

  3. SAID EDWIN
    January 25, 2007 at 11:09 am

    SELAMAT YA JOHN AKHIRNYA jadi juga punya blog yang entah keberapa kali.
    ngomong apa ya? liverpool memang lebih hebat dari klub lainnya jadi bisa menang lawan chelsea. apalagi sama juventus yang terdegradasi. btw pas indonesia lawan singapura aku dukung singapura kok. walaupun banyak yang bilang ga nasionalis. kalo boleh jujur saat ini kemenangan lebih penting dibandingkan tetek bengek nasionalis. balik ke laptop. met ya john.

  4. dita
    April 28, 2007 at 5:14 am

    memasang paulo ferreira bukan suatu keanehan justru inilah squad terbaik chelsea dalam menghadapi liverFOOL di semi final champion nanti
    dan pstinya ini adalah modal yg dimiliki chelsea untuk melaju ke final.
    bye..bye..liverFOOL
    you will left behind… he..he..

  5. April 30, 2007 at 10:43 pm

    wah..wah.. neh tak kasih komen!

    #3
    Bung Edwin, trims buat dukungannya! Tenang Liverpool bakalan menghajar tiap lawan, termasuk yang di Liga Champion taon ini!

    #4
    wah, mbak Dita ini mo adu kata-kata ya? ngomongin LiverF**L? masih banyak kok buat Chelsh*t! Claude “Makan Lele”, Frank “Lapar”, Michael Balak, Salomon “Kolor”, Arjen “Obeng” dll. Hehehe.. piss!🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: