Home > Bualan Ala Si Jon, kata-kata mutiara > What’s in A Name?

What’s in A Name?

“What’s in a name?
That which we call a rose
By any other name
Would smell as sweet”

Itu perkataan William Shakespeare sang pujangga tersohor asal Inggris sana dalam cerita Romeo and Juliet. Yap, “apalah arti sebuah nama?” Aku pun berpikiran sama dengan perkataan Shakespeare. Kata orang-orang, nama dapat mengandung doa yang diberikan orang tua kepada anaknya yang baru lahir agar sang anak dapat seperti doa yang tersirat dalam nama itu.

Misalnya, Nur Ihsan, nama dalam bahasa Arab, bisa diartikan “Cahaya Kebaikan”, atau Ayu Anindita nama dalam bahasa Jawa, bisa diartikan “Cantik Sempurna”. Kalo melihat kedua contoh nama tersebut, dapat dipastikan si orang tua ingin Ihsan menjadi sang pembawa kebaikan (Nur Ihsan – Cahaya Kebaikan) dan si Ayu menjadi cewek yang paling cantik. Tapi coba deh lihat politisi bernama Muhammad Nazaruddin, bukankah dia penyandang nama Nabi besar umat Islam? Tapi kalau lihat kondisinya terkini, mungkin semua orang di Republik ini bahkan rekan-rekannya di partai Biru pasti tidak setuju dengan perbuatan dan kelakuannya yang melawan hukum.

Melihat contoh kongkret Nazaruddin, ada benarnya perkataan si Shakespeare, jikalau pun bunga mawar kita sebut dengan nama lain, tetap saja wanginya harum semerbak. Nah, kalo si M. Nazaruddin biar pun namanya sama dengan Nabi besar agama saya, tetap saja dia seorang penjahat hukum bukan?

“Emang Krisosa itu nama apa sih? marga ya?”

Banyak sekali yang bertanya kenapa nama belakang saya itu Krisosa? Ketika SMU, saya pernah di-judge oleh teman saya kalo saya itu berasal dari Palembang gara-gara nama belakang saya aneh. Lha, Bung Criz, apa hubungannya nama aneh dengan Palembang? Ternyata teman saya itu mengacu pada salah satu teman lain (cewek) asal Palembang yang juga bernama aneh, hanya satu kata, Rechtry. Mungkin nama Rechtry diambil orang tuanya dari kosa kata English, retry (mencoba lagi). Asal anda tahu, si Rechtry ini adalah anak kelima dari lima bersaudara, keempat kakaknya adalah lelaki.

Tapi yang paling saya ingat adalah guyonan dosen saya saat kuliah pratikum lab. Begini ceritanya,

“Angga Krisosa ada?” Sang Dosen mengabsen satu per satu mahasiswa.

“Ya, saya hadir, pak” Jawab saya.

“Namamu ini aneh, Krisosa? Apa artinya? Marga? Singkatan?” Tanya Sang Dosen.

“Kalo singkatan pasti kepanjangannya, Angga yang lahir pada masa KRIsis dan SOSAh..” Lanjut Sang Dosen sebelum sempat saya mem-bela jawab. Dan, satu kelas pun tergelak!

Setelah itu hingga sekarang mungkin sudah ratusan orang yang bertanya kenapa nama belakang saya, Krisosa? Okelah, saya jelaskan deh. Nama Krisosa itu berasal dari gabungan nama yang tidak lain dan tidak bukan adalah nama-nama kedua orang tua saya. Clear, yeah?

Ngomong-ngomong soal orang tua dan anak, saya pernah menemukan fakta seperti ini, ada seorang teman bernama Agus Sofyar. Saya dan teman-teman lain bertanya-tanya kenapa namanya Agus SofyaR? Kan normalnya Agus SofyaN? Saya dan teman-teman saya baru ngeh ketika berkunjung ke rumah si Agus. Di depan rumahnya terdapat palang nama bapaknya, Ahmad Dachlar. Yap, Ahmad DachlaR!! :D

Okey, cukup sekian, saya mau cari nama yang pas buat keponakan saya yang InsyaAllah lahir bulan agustus depan. Doakan! :)

About these ads
  1. July 19, 2011 at 2:29 am | #1

    hoho,, termasuk aku yg nanya jg pernah (–”) ,eh calon ponakan cewek pa cowok ngga?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: