Sepakbola sebagai salah satu olahraga permainan terpopuler di dunia saat ini sedang merayakan pesta terbesar keduanya setelah piala dunia 2006. Yap, Euro 2008 yang dalam bahasa indonesianya, Piala Eropa 2008, menjadi penerus “kejayaan” perhelatan sepakbola Eropa setelah Final Liga Champions Mei kemaren.
Swiss dan Austria yang ditunjuk sebagai tuan rumah mampu menunjukkan betapa modern dan istimewanya negara mereka. Pelayanan yang optimal bagi media-media peliput (kabarnya, internet disediakan di stadion, gratis bagi para wartawan baik itu jaringan kabel maupun wireless), kesigapan aparat keamanan, tersedianya fanzone di sekitar stadion, serta kesiapan kota-kota penyelenggara dalam hal akomodasi dan penginapan membuat para turis sepakbola dari berbagai belahan dunia merasa sangat nyaman.
Namun, tetap saja ada yang kurang dari Piala Eropa edisi ke 13 kali ini. Yup, Euro kali ini tidak terlalu mendapat sambutan yang begitu meriah dari masyarakat tuan rumah sendiri. Tidak seperti Piala Dunia 2006 Jerman yang sukses membangun kemeriahan di dalam maupun luar stadion dengan konsep fanzone-nya, masyarakat Swiss dan Austria lebih tertarik pada bagaimana mengenalkan negaranya kepada dunia lewat berbagai budaya dan seni mereka. Ini terlihat dari berbagai acara-acara seni, atraksi budaya, serta peninggalan sejarah yang dilangsungkan selama Piala Eropa. Walaupun panitia Euro kali ini telah meniru kesuksesan Jerman 2006 dengan membuat fanzone, namun hasil usaha mereka tidak sedahsyat dua tahun lalu.
Jika Anda berpikir hal itu merupakan efek dari prestasi timnas mereka yang biasa-biasa saja? Ya, Benar! Swiss dan Austria masih dipandang tim kelas dua di daratan Eropa. Prestasi terkini Swiss paling banter adalah melaju ke 16 besar piala dunia 2006 kemaren. Austria?? Jangan tanya kejayaan Austria yang pernah melahirkan nama besar macam Anthony Polster dulu. Dalam dua piala dunia (2002,2006) dan dua piala eropa terakhir (2000,2004), Austria tidak pernah lolos ke putaran final. Jangan-jangan jika Austria bukan tuan rumah, Wunderteam – julukan timnas Austria – tidak akan bermain di Euro kali ini! Di bursa taruhan pun kedua negara ditempatkan pada posisi lemah.
Tapi, mengapa fans mereka tidak seperti para suporter Indonesia yang walaupun prestasi timnasnya cenderung jelek, tapi mereka begitu antusias mendukung bahkan timbul rasa nasionalisme saat Piala Asia 2007 lalu. Budaya sepakbola! Hal itu lah yang membedakan negara kita dengan Swiss dan Austria. Layaknya Brazil, di negeri kita ini, hampir di setiap sudut kampung-kampung selalu ada anak-anak bergembira bermain sepakbola. Lalu Swiss dan Austria?? Tidak ada! Sehingga walaupun sistem pembinaan sepakbola negara yang terletak di kaki pegunungan Alpen ini lebih bagus, mereka tidak dapat memungkiri fakta bahwa sepakbola adalah olahraga nomor kesekian bagi masyarakatnya. Sepakbola ada di bawah olahraga musim dingin macam ski es atau hoki es. Kok bisa?? Lha Iya! Juara dunia ski es-nya aja orang Austria.
So, jangan harap ada tawa dan tangis bahagia dari para pemain maupun fans tim tuan rumah. Barangkali yang ada hanyalah ratapan tangis kekalahan mereka di babak-babak awal Euro 2008.




update euy!!
PORTUGAL kalah 2-0 sama SWISS!!!
yup portugal yang ada CR7 nya itu!!
yang digadang-gadang jadi calon kuat juara Euro 08 ini
mungkin “emotions” yang diharapkan oleh salahsatu tuanrumah Euro saat ini baru didapat pas akhir2…
tapi bukannya malah klimaks enak tuh..hehe
wah bung, coba aja ya Euro nya diselenggarain di Indonesia.. stadion n fanzone pasti penuh terus yah…
(ngimpiiiiiiiiiiiii kecuali Indonesia dah jadi anggota UniEropa.. kapan?? ahhh lanjutin aja ngimpiiiiiiii lagiiiiiiiiiiii)
Idup Italy lah pokona mah
@alter-Udjo
di sini yang dibahas adalah “emotions” nya dari para fans dan masyarakat tuan rumah. sepertinya mereka tidak terlalu peduli dengan Euro 2008.
* Italiaa??? tampaknya hanya ada sad emotions dari para fansnya
peace…
Budaya Sepakbola??
Piala Asia kemarin kok aku ndak ketularan ya mas??
apa aku belum cukup nasionalis??
btw, namaku di blogroll kebalik tuh mas
ayo tebak, yang bener siapa ;P
budaya sepakbola di Austria-Swiss emang payah..beberapa waktu lalu bahkan ada penandatanganan petisi oleh 10.000 warga Austria yang menuntut timnas mereka mundur saja dari Euro daripada bikin malu
Baah..nempe kali lah negara-negara itu..mereka kehilangan salah satu ‘nikmat dunia’ yaitu sepakbola..!!!
bersyukurlah para penggila bola, Tuhan telah memberimu salah satu ‘nikmat dunia’ yang paling nikmat..selain buah duren tentunya
eh, austria itu katanya indah lhoh,… pengen kesana je tp entah kapan
*tweeeweewew komennya ndak nyambung *Kaburr
*balikk lagi
hehe…aku ga tlalu merasakan emotion nya, scara..
Pertamah, Inggris ga masuk
, dah malees duluan deyh, soale ga dukung yang laen 
Keduah, mene sempet gue nontonnye, secare ad yg lebih urgen, prioritas mah klo bahasamu kmrn (caelah)
@ nyamukbingung
lhah klo aku juga penggila bola Ri, “bola takraw”
Payo Ngga.. man sakit tu istirahat baee… jangan chat bae… gek dakpacak dateng kamis
*entah.. gueh…lagih..pengen…nyamfah…. fah ..fah…
@geknana
Hohoho.. sayang bgt tuh kalo sempat merasakan nikmatny rasa nasionalisme saat piala asia lalu.
@nyamukbingung
okey! anda benar mister! btw,selamat atas kerja keras italia hingga mampu mengalahkan prancis! Semo dpt bertemu dgn jerman lg seperti 2006 lalu
@amaliasolicha
heeeh! ndak boleh mbak nyamfah-nyamfah di sini! Ingat global warming!
* lho? Apa hubnganny komen nyamfah ma global warming yak??
Ralat komen buat geknana,
“kalo sempat” -> “kalo gak sempat”
tadi keren amat bro… turki gila!!! DRAMATIK BANGET…. turki dah di doain sama semua umat islam sih ya? hahaha…
tau’, apa hubungannya heh…
apanya yg total football?
hidup rusia
rusia… rusia.. rusia…
emosi kan tidak hanya ditinjau dari pertandingan2 nya….
@awik1212
hohoho.. Turki emang salah satu bintang di Euro kali ini.
@amaliasolicha
silakan dipikirkan.. tanya kenapaa
@joesatch & amru
rusia pun dibantai Spanyol huuu, payah!
@yolanda
bener tuh mbak, kesiapan tuan rumah dan fans sangat berpengaruh.
Tahnks for posting